Mau Beli Motor Bingung ABS Atau CBS, Ini Bedanya

Mau Beli Motor bingung ABS Atau CBS, Ini Bedanya

Aufaproject46.com – Sepeda motor terus berkembang dari segi fungsionalitas dan teknologi, terutama dalam hal dukungan keselamatan.

Salah satunya adalah sistem pengereman yang menggabungkan fungsi Anti-lock Braking System (ABS) dan Combined Braking System (CBS).

Misalnya, opsi ABS dan CBS ada pada skuter seperti Honda ADV 160 dan Vario 160. Nah, meski sama-sama bekerja di area pengereman, ada perbedaan yang dilakukan antara ABS dan CBS.

Beli Motor bingung ABS atau CBS

Bingung Antara pilih ABS Atau CBS?

ABS bekerja secara elektronik, sedangkan CBS bekerja secara mekanis. ABS sendiri memungkinkan ban sepeda motor tidak selip saat pengendara melakukan pengereman keras atau hard brake.

Berbeda dengan ABS, CBS membuat pengereman lebih optimal karena rem depan dan belakang bekerja sama. Kalau masih bingung, ikuti liputan Astra Honda untuk membedah keduanya.

Peran dan Kerja Rem ABS

Peran ABS adalah mencegah ban sepeda motor terkunci saat pengemudi mengerem mendadak, sehingga terhindar dari risiko selip akibat penguncian roda.

Fitur ini didasarkan pada kerja sensor kecepatan roda, yang mendeteksi bahwa roda tidak berputar tetapi motor terus berjalan.

Informasi dari sensor ini akan diterima dan diproses oleh Electronic Control Unit (ECU). Data yang diproses oleh ECU kemudian akan menginstruksikan modulator ABS untuk mengatur tekanan fluida di kaliper untuk memberikan tekanan pada rem cakram.

Beli Motor bingung ABS atau CBS

Saat roda mulai mengunci, regulator ABS akan mengurangi tekanan cairan. Setelah penguncian roda dikurangi, modulator ABS meningkatkan tekanan hidrolik lagi untuk mengembalikan pengereman.

Peristiwa ini berulang dalam sepersekian detik. Dalam ilustrasi, pengereman dengan ABS seperti menarik dan melepaskan tuas rem secara cepat dan berulang dengan satu tangan. Perbedaannya adalah ini terjadi secara otomatis.

Sistem Kerja Rem CBS

Lalu bagaimana cara kerja sistem pengereman CBS? Sistem ini dirancang untuk memperpendek jarak pengereman saat pengereman dengan menggabungkan rem depan dan belakang. Rem belakang dan depan bekerja sama meskipun pengemudi hanya menarik satu tuas rem.

Saat tuas rem belakang ditarik, kaliper rem depan dan belakang secara otomatis memberikan tekanan ke cakram rem di bagian tekanan yang berbeda. Dalam hal ini, equalizer akan mendistribusikan tekanan di dua bagian, satu ke rem belakang dan yang lainnya ke tuas.

Kuncinya adalah menekan pengetuk pintu, yang akan menekan piston hidrolik, yang kemudian bereaksi mengaktifkan rem cakram depan. Sistem lain memiliki dua selang minyak rem di tuas rem belakang, satu ke kaliper belakang dan yang lainnya ke kaliper depan.

Pada dasarnya, apapun jenis sistem pengereman yang Anda pilih, pada akhirnya tetap disarankan untuk menggunakan rem depan dan belakang untuk efek pengereman yang maksimal.

Bagikan:

Tinggalkan komentar

/