Yamaha Aerox ABS atau Non-ABS? Ini 10 Perbedaan
Aufaproject46.com – Hay Bro & Sist, Pernah nggak sih, Bro & Sist, kalian berdiri di showroom motor sambil melongo depan dua unit Yamaha Aerox yang sama-sama keren? Satu ada tulisan ABS, satu lagi polos aja. Harga beda tipis, tapi tetap bikin mikir dua kali. “Yang ABS emang segitu pentingnya ya?” atau “Kalau pilih yang non-ABS, apa nanti nyesel?”
Nah, daripada galau berkepanjangan kayak nungguin balasan chat dari si doi yang cuma centang biru doang, mending kita bedah tuntas perbedaan Yamaha Aerox ABS vs Non-ABS dari semua sisi. Mulai dari fitur, performa, harga, sampai cocoknya buat siapa. Siap-siap makin yakin buat ambil keputusan cerdas, ya!
1. Desain dan Penampilan: Sekilas Mirip, Tapi Ada Bedanya!

Secara visual, Yamaha Aerox ABS dan non-ABS memang kembar identik. Dari jauh, hampir nggak bisa dibedain kecuali jeli lihat detailnya.
Apa Bedanya, Bro & Sist?
Aerox ABS punya cover rem cakram depan yang lebih besar, karena ada modul ABS-nya.
Di speedometer digitalnya, versi ABS biasanya ada indikator ABS kecil.
Versi ABS juga sering punya warna dan striping eksklusif yang nggak muncul di versi standard/non-ABS.
Walaupun kecil, detail ini penting buat yang suka tampil beda dan kelihatan lebih premium. Tapi kalau hanya soal gaya? Dua-duanya tetap ganteng maksimal!
2. Fitur Keselamatan: ABS, Si Penyelamat Saat Panik!
Nah ini dia perbedaan utama yang paling krusial dan jadi pertimbangan utama: sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System).
Gimana Kerja ABS Itu?
ABS bikin rem nggak ngunci saat ngerem mendadak. Jadi roda nggak selip, motor tetap stabil, dan risiko jatuh atau tergelincir jadi lebih kecil—khususnya saat jalanan basah atau mendadak harus berhenti.
Versi Non-ABS?
Masih pakai rem cakram juga sih di depan, tapi nggak ada sistem anti-lock. Artinya, kalau rem depan dipencet keras-keras saat panik, risiko ban depan nge-lock dan motor ‘nyungsep’ tetap ada.
Kesimpulan:
Kalau Bro & Sist sering riding di tengah kota, sering desak-desakan di jalan, atau suka perjalanan jauh, fitur ABS itu beneran berasa banget manfaatnya. Nggak cuma buat gaya, tapi soal nyawa juga, lho!
3. Harga: Ini Dia yang Bikin Banyak Orang Bimbang

Oke, sekarang kita masuk ke hal sensitif: harga.
Per Mei 2025, harga Yamaha Aerox OTR Jakarta:
Aerox 155 Connected ABS Version: Rp 30.960.000
Aerox 155 Connected Non-ABS: Rp 27.180.000
Selisih: Sekitar 3,7 Juta-an
Kelihatannya sih lumayan juga ya bedanya. Tapi coba pikir, dengan tambahan segitu:
Dapat ABS
Dapat Smart Key System (di versi ABS)
Dapat Stop & Start System (SSS)
Dapat Hazard Lamp
Plus desain warna yang lebih eksklusif
Kalau dihitung-hitung, benefit-nya cukup banyak dan sepadan.
4. Performa Mesin: Sama-Sama Galak!
Tenang, Bro & Sist. Soal mesin, keduanya sama-sama pakai dapur pacu yang identik.
Spesifikasi Mesin:
Mesin 155 cc, VVA (Variable Valve Actuation)
Tenaga maksimum: 15.1 PS @ 8.000 rpm
Torsi puncak: 13.9 Nm @ 6.500 rpm
Transmisi: Otomatis CVT
Dengan VVA, tenaga tetap ngisi di putaran bawah maupun atas. Responsnya juga mantap, cocok buat selap-selip harian sampai ngebut di jalan luar kota.
Jadi, performanya beda nggak?
Nggak beda sama sekali, Bro & Sist! Baik ABS maupun non-ABS, dua-duanya sama-sama bertenaga dan responsif.
5. Kenyamanan Berkendara: Siapa Lebih Adem di Jalan?

Dari sisi kenyamanan, keduanya juga punya platform yang sama. Tapi karena versi ABS punya beberapa fitur tambahan, pengalaman berkendaranya bisa sedikit berbeda.
Aerox ABS:
Lebih tenang karena ada ABS
Ada Smart Key, jadi nggak perlu colok kunci
Ada Stop & Start System, mesin bisa mati otomatis saat berhenti
Aerox Non-ABS:
Tetap nyaman, tapi fitur-fitur tadi absen
Masih pakai anak kunci manual
Lebih simpel, cocok buat yang nggak butuh banyak fitur
Kesimpulan: Kalau Bro & Sist suka fitur-fitur kekinian yang praktis dan bikin riding makin nyaman, versi ABS lebih unggul. Tapi kalau lebih suka yang sederhana dan anti ribet, non-ABS sudah cukup mumpuni.
6. Konsumsi Bahan Bakar: Siapa Lebih Irit?

Karena mesinnya sama, konsumsi BBM-nya juga hampir serupa. Tapi ada satu hal kecil yang bikin versi ABS bisa sedikit lebih irit, yaitu fitur SSS (Stop & Start System) tadi.
Konsumsi BBM (klaim pabrikan & pengujian pengguna):
Versi ABS: 45–48 km/liter (dengan SSS aktif)
Versi non-ABS: 43–46 km/liter
Jadi bedanya nggak signifikan banget, tapi lumayan juga buat yang suka irit-iritan BBM. Kalau sering stop & go, fitur SSS bantu menghemat lebih jauh.
7. Bobot dan Handling: Ringan Nggak, Nih?
Versi ABS memang sedikit lebih berat karena ada modul ABS dan tambahan fitur lainnya.
Aerox ABS: 125 kg
Aerox non-ABS: 122 kg
Pengaruh ke handling?
Nggak terlalu kerasa buat harian. Tapi kalau Bro & Sist bertubuh mungil atau suka motor yang super enteng buat selap-selip, mungkin versi non-ABS terasa lebih lincah sedikit. Meski begitu, selisih 3 kg rasanya nggak terlalu jadi deal breaker.
8. Kebutuhan dan Gaya Hidup: Kamu yang Mana, Bro & Sist?

Setiap orang punya kebutuhan dan gaya hidup berbeda. Nah, pilihan Aerox yang tepat tergantung dari situasi kamu.
Pilih Aerox ABS kalau:
- ✅ Sering touring atau riding jarak jauh
- ✅ Mengutamakan keselamatan dan fitur
- ✅ Suka tampilan lebih eksklusif
- ✅ Punya bujet lebih dan ingin kenyamanan ekstra
Pilih Aerox Non-ABS kalau:
- ✅ Lebih sering pakai di dalam kota
- ✅ Punya bujet terbatas
- ✅ Suka yang simpel dan nggak neko-neko
- ✅ Nyaman dengan sistem pengereman konvensional
9. Ketersediaan dan Warna: Versi ABS Lebih Eksklusif
Yamaha sering kasih warna-warna spesial di versi ABS, seperti:
Matte Black Gold
Prestige Silver
Maxi Signature
Sedangkan versi non-ABS biasanya punya warna-warna standar seperti hitam, merah, atau biru.
Kalau Bro & Sist tipe yang suka tampil beda, versi ABS punya lebih banyak pilihan menarik. Tapi kalau lebih fokus ke fungsi dan performa tanpa peduli warna, versi non-ABS sudah cukup oke.
10. Purna Jual dan Biaya Servis: Aman Nggak?

Yamaha punya jaringan bengkel resmi yang luas, jadi dua versi ini sama-sama aman dari sisi servis dan suku cadang.
Tapi perlu dicatat, perawatan ABS lebih kompleks dan sedikit lebih mahal. Jadi pastikan Bro & Sist siap juga untuk biaya servis tahunan yang mungkin sedikit lebih tinggi.
Kesimpulan Akhir: Worth It yang Mana?
Kalau boleh jujur nih, Bro & Sist, aku pribadi cenderung pilih versi ABS. Kenapa? Karena fitur tambahannya bikin pengalaman berkendara lebih aman, praktis, dan modern. Apalagi kalau dipakai tiap hari dan sering riding jauh—ABS itu semacam ‘pelindung tak kasat mata’.
Tapi bukan berarti non-ABS itu jelek ya! Buat yang bujetnya terbatas tapi tetap mau punya motor kencang, sporty, dan ganteng—Aerox non-ABS adalah pilihan cerdas yang tetap powerful.
Penutup: Jangan Cuma Lihat Harga, Tapi Lihat Kebutuhan
Kadang kita tergoda milih versi yang lebih murah karena ingin hemat. Tapi coba pikir lagi: keselamatan dan kenyamanan jangka panjang juga investasi. Jadi sebelum ambil keputusan, pastikan motor yang Bro & Sist pilih sesuai dengan kebutuhan harian dan karakter berkendara masing-masing.
Temukan Aksesoris Motor Terbaik di Aufaproject.com
Demikian artikel tentang Yamaha Aerox ABS atau Non-ABS? Ini 10 Perbedaan Teknis & Fitur Utamanya, kami juga menyediakan berbagai aksesoris motor yang cocok untuk motor matic Anda! Di Aufaproject.com, Anda bisa menemukan beragam pilihan aksesoris motor yang selalu up to date dengan model terbaru. Kami menawarkan produk berkualitas yang akan membuat tampilan motor Anda semakin keren.
Kalau masih bingung, boleh banget tulis komentar atau DM aku buat diskusi. Siapa tahu kita bisa tukeran pengalaman soal Aerox ini!








Tinggalkan komentar