Mengenal Idling Stop System
Source img: viva.id

Aufaproject46.com – Hay Bro & Sist, Kali ini, kita bakal ngulik tuntas salah satu teknologi yang lagi hits banget di dunia sepeda motor modern: Idling Stop System atau yang biasa kita singkat jadi ISS. Fitur ini konon bisa bikin motor kita lebih irit dan pastinya lebih ramah lingkungan. Penasaran bagaimana cara kerjanya, apa saja fungsinya, dan motor apa saja yang sudah mengadopsi teknologi canggih ini? Yuk, mari kita selami lebih dalam biar kita semua jadi makin ngeh dan enggak kudet soal motor kesayangan.

Mengapa Idling Stop System Jadi Penting? Sebuah Refleksi Awal

Pernah enggak sih Bro & Sis merasa gemas saat terjebak kemacetan atau lampu merah yang rasanya lama banget? Mesin motor terus menyala, bahan bakar terus terkuras, dan emisi gas buang terus mencemari udara. Rasanya kayak membuang-buang sumber daya sekaligus bikin lingkungan makin sesak, ya kan? Nah, di sinilah peran Idling Stop System menjadi sangat krusial. Teknologi ini hadir sebagai solusi cerdas untuk masalah klasik ini, menawarkan jawaban praktis bagi kita yang ingin berkendara lebih efisien dan bertanggung jawab. Bayangkan saja, dengan fitur ini, motor kita bisa ‘tidur sebentar’ saat berhenti, lalu ‘bangun lagi’ dengan sendirinya begitu kita siap tancap gas. Keren, kan?

1. Apa Itu Idling Stop System? Lebih dari Sekadar Fitur Otomatis

Secara sederhana, Bro & Sis, Idling Stop System atau ISS adalah sebuah fitur cerdas yang dirancang untuk menghentikan kerja mesin sepeda motor secara otomatis saat kendaraan berhenti untuk sementara waktu. Kemudian, ketika tuas gas diputar kembali, mesin akan menyala lagi secara otomatis pula. Enggak perlu lagi pencet tombol starter, praktis banget! Fitur ini biasanya bisa kita temukan di sisi kanan setang motor, seperti tombol ajaib yang siap bekerja demi efisiensi.

Mengenal Idling Stop System
Source img: asosiasimotorhondalampung.com

Mari kita bayangkan skenario sehari-hari. Bro & Sis sedang mengendarai motor di tengah kota yang padat, lalu tiba-tiba lampu lalu lintas berubah menjadi merah. Secara naluriah, kita akan berhenti, kan? Nah, di sinilah keajaiban ISS dimulai. Setelah beberapa detik motor berhenti total—biasanya sekitar 3 detik—dan memenuhi beberapa kondisi tertentu, mesin motor akan mati sendiri. Sunyi senyap sejenak. Tapi, begitu lampu hijau menyala dan Bro & Sis memutar tuas gas untuk melanjutkan perjalanan, vrooom! Mesin langsung hidup kembali tanpa perlu repot-repot menekan tombol starter.

Sistem canggih ini bekerja dengan sangat presisi, mengandalkan serangkaian sensor pada kendaraan. Sensor-sensor vital seperti ECT (Engine Coolant Temperature) yang memantau suhu mesin, Vehicle Speed Sensor yang mendeteksi kecepatan kendaraan, dan Throttle Position Sensor yang mengukur posisi bukaan gas, semuanya bekerja sama secara harmonis. Informasi dari sensor-sensor ini kemudian dikirimkan ke otak motor, yaitu ECM (Engine Control Module). ECM inilah yang bertugas mengambil keputusan: kapan harus mematikan mesin dan kapan harus menyalakannya kembali. Jadi, ini bukan sekadar fitur ‘mati-nyala’ biasa, tapi hasil dari perhitungan dan koordinasi elektronik yang kompleks dan cerdas.

Saat ISS aktif dan mesin mati, ECM akan memberi perintah untuk menghentikan pasokan bahan bakar ke injektor, sehingga tidak ada proses pembakaran yang terjadi. Ini adalah momen krusial untuk penghematan bahan bakar dan pengurangan emisi. Kemudian, saat tiba waktunya untuk menyala kembali, ECM akan memerintahkan alternator untuk mengaktifkan mesin lagi. Semua terjadi begitu cepat dan mulus, seolah motor Bro & Sis memiliki kesadaran sendiri untuk beristirahat dan kembali bekerja.

2. Fungsi Idling Stop System: Lebih dari Sekadar Irit Bensin

Nah, sekarang kita bahas soal fungsi utama dari Idling Stop System ini, Bro & Sis. Seperti yang sudah disinggung di awal, fitur ini membawa banyak sekali manfaat, terutama bagi kita yang sering beraktivitas di daerah perkotaan dengan lalu lintas yang padat. Macet itu memang menyebalkan, tapi setidaknya dengan ISS, kita bisa mengurangi efek negatifnya.

  • Penghematan Bahan Bakar yang Signifikan: Ini dia fungsi yang paling bikin dompet kita senang! Ketika motor Bro & Sis berhenti di lampu merah atau terjebak kemacetan, mesin akan mati secara otomatis. Artinya, selama periode berhenti itu, tidak ada bahan bakar yang terbakar percuma. Bayangkan kalau setiap hari kita berhenti di 5-10 lampu merah yang masing-masing 30-60 detik. Tanpa ISS, bahan bakar akan terus mengalir, terbuang sia-sia. Dengan ISS, konsumsi BBM bisa berkurang secara drastis, lho. Penghematan ini tentu akan sangat terasa dalam jangka panjang, apalagi dengan harga bensin yang kadang bikin kita elus dada.
  • Penurunan Emisi Gas Buang: Selain menghemat bahan bakar, ISS juga punya peran besar dalam menjaga kelestarian lingkungan kita. Dengan mesin yang mati saat berhenti, tidak ada gas buang yang dihasilkan. Ini berarti kita ikut berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon dan meminimalkan polusi udara di kota-kota kita. Udara bersih itu penting banget, Bro & Sis, buat kesehatan kita dan generasi penerus. Jadi, fitur ini bukan cuma soal hemat uang, tapi juga soal tanggung jawab sosial dan lingkungan. Keren, kan, motor kita bisa jadi pahlawan lingkungan kecil-kecilan?
  • Menjaga Kualitas Udara Perkotaan: Fungsi yang satu ini erat kaitannya dengan poin sebelumnya. Di tengah kepadatan lalu lintas kota, setiap tetes emisi gas buang sangat berpengaruh pada kualitas udara. Dengan jutaan kendaraan bermotor di jalan, jika semuanya dilengkapi ISS, bayangkan betapa segarnya udara yang bisa kita hirup. Fitur ini membantu mengurangi akumulasi gas berbahaya saat kendaraan dalam kondisi “idle” atau diam, menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk pejalan kaki, pengendara sepeda, dan tentu saja, kita semua yang hidup di perkotaan.
  • Meningkatkan Efisiensi Berkendara: Walaupun terdengar sederhana, fitur ini sebenarnya meningkatkan efisiensi berkendara secara keseluruhan. Pengemudi tidak perlu lagi khawatir membuang-buang bensin saat berhenti, dan mesin yang otomatis menyala kembali membuat transisi dari berhenti ke jalan sangat mulus. Ini menghilangkan keharusan untuk mematikan dan menghidupkan mesin secara manual, yang kadang bisa mengganggu konsentrasi atau bahkan membahayakan jika dilakukan secara terburu-buru.
Baca Juga :   Memahami Proses Pengisian Motor Listrik di Rumah

3. Cara Kerja Idling Stop System: Sebuah Tarian Sensor dan ECU

Bro & Sis, setelah tahu apa itu ISS dan segudang fungsinya, sekarang mari kita intip lebih detail bagaimana fitur ini bekerja di balik layar. Ini seperti orkestra kecil yang dipimpin oleh sang konduktor, yaitu ECM.

Mendeteksi Kondisi Berhenti Total

Ketika Bro & Sis berhenti, misalnya di persimpangan jalan, pedal rem diinjak, atau tuas gas dilepas sepenuhnya, ISS mulai menganalisis kondisi. Di sinilah peran sensor-sensor kendaraan menjadi sangat penting:

  • Sensor Kecepatan Kendaraan (Vehicle Speed Sensor): Sensor ini memastikan motor benar-benar dalam keadaan berhenti, biasanya kecepatan 0 km/jam. Kalau masih bergerak sedikit, ISS tidak akan aktif, dong.
  • Sensor Posisi Gas (Throttle Position Sensor): Sensor ini memastikan tuas gas tidak sedang diputar. Jadi, kalau Bro & Sis tidak sengaja memutar gas sedikit saat berhenti, ISS tidak akan mematikan mesin, mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
  • Sensor Suhu Mesin (Engine Coolant Temperature/ECT Sensor): Penting nih! ISS hanya akan bekerja jika suhu mesin sudah optimal. Kenapa? Karena mesin yang terlalu dingin butuh pemanasan awal untuk performa terbaik. Jadi, kalau baru menyalakan motor atau mesin masih dingin, ISS akan ‘libur’ dulu.

ECM Mematikan Mesin dengan Cerdas

Begitu semua kondisi terpenuhi, yaitu motor berhenti total, tuas gas dilepas, dan suhu mesin sudah ideal, ECM akan mengambil alih. Dalam hitungan detik—biasanya sekitar 3 detik—ECM akan mengirimkan sinyal untuk menghentikan kerja injektor bahan bakar. Ini berarti tidak ada lagi bensin yang disemprotkan ke ruang bakar, sehingga proses pembakaran berhenti dan mesin pun mati.

Mengenal Idling Stop System
Source img: viva.id

Proses ini sangat halus, Bro & Sis. Motor enggak langsung mati mendadak kayak kehabisan bensin, tapi lebih seperti ‘dimatikan’ secara elektronik. Tujuan utamanya tentu saja untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi saat motor tidak bergerak. Coba deh perhatikan indikator ISS di panel instrumen motor Bro & Sis, biasanya akan menyala hijau saat fitur ini aktif dan siap mematikan mesin, kemudian mati saat mesin benar-benar padam.

Baca Juga :   Safely planning your first family trip abroad in years

Menghidupkan Kembali Mesin Tanpa Starter

Ketika Bro & Sis siap melanjutkan perjalanan, cukup putar tuas gas seperti biasa. Ajaibnya, mesin akan langsung hidup kembali tanpa perlu menekan tombol starter. Kok bisa? Di sinilah kecanggihan teknologi Integrated ACG Starter bekerja. Sistem ini menggunakan alternator sebagai motor starter, sehingga tidak ada suara ‘streek’ yang biasanya kita dengar saat menyalakan motor dengan starter konvensional. Proses ini jauh lebih halus, senyap, dan cepat.

Beberapa model motor mungkin juga melibatkan sensor rem. Artinya, setelah mesin mati, jika Bro & Sis melepaskan tuas rem, sistem akan langsung siap menghidupkan mesin begitu gas diputar. Jadi, seluruh proses ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan efisiensi maksimal bagi pengendaranya.

4. Jenis Motor yang Memakai Idling Stop System: Dari Skutik Lincah hingga Mobil Modern

Bro & Sis, fitur Idling Stop System ini bukanlah barang baru lagi di dunia otomotif. Banyak pabrikan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sudah mengadopsinya. Honda dan Yamaha, sebagai dua raksasa di pasar sepeda motor Indonesia, adalah pelopor utama dalam penerapan teknologi ini pada motor-motor mereka.

Motor Matik Andalan Honda

Di jajaran motor Honda, ISS sudah jadi fitur wajib di banyak model matik andalan mereka. Kenapa matik? Karena motor matik sangat populer di perkotaan dan sering menghadapi kondisi stop-and-go, sehingga manfaat ISS bisa dirasakan maksimal. Contohnya, kita bisa menemukannya pada:

  • Honda PCX 150 dan PCX 160: Motor matik premium ini memang dikenal dengan fitur-fitur canggihnya, dan ISS adalah salah satunya. Pengendara PCX bisa menikmati perjalanan yang lebih irit dan nyaman, terutama saat melibas kemacetan kota besar.
  • Honda Vario Series: Vario, salah satu skutik terlaris Honda, juga telah dilengkapi ISS di beberapa varian terbarunya. Fitur ini menambah daya tarik Vario sebagai motor harian yang efisien dan modern.
  • Honda BeAT: Bahkan skutik mungil dan lincah seperti BeAT pun tidak ketinggalan. Dengan ISS, BeAT menjadi pilihan yang lebih hemat bagi para pengendara yang mencari kepraktisan dan efisiensi dalam mobilitas sehari-hari.

Penerapan ISS pada motor-motor matik ini menunjukkan komitmen Honda untuk terus menghadirkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi dan lingkungan.

Keluarga Yamaha yang Efisien

Yamaha juga tidak mau kalah, Bro & Sis! Mereka punya fitur serupa yang disebut Stop & Start System (SSS), yang pada dasarnya punya fungsi dan cara kerja yang sama dengan ISS. Beberapa model Yamaha yang sudah dilengkapi SSS antara lain:

  • Yamaha FreeGo: Skutik yang mengedepankan kepraktisan ini cocok banget dengan SSS untuk penggunaan di perkotaan.
  • Yamaha Lexi: Skutik Maxi Yamaha yang stylish ini juga menawarkan efisiensi ekstra dengan adanya SSS.
  • Yamaha Aerox: Skutik sporty ini tidak hanya menawarkan performa gahar, tapi juga efisiensi berkat SSS.
  • Yamaha Mio M3 125: Skutik entry-level ini juga sudah dilengkapi SSS, menunjukkan bahwa teknologi ini bukan hanya untuk motor premium.

Adanya SSS pada berbagai model Yamaha ini menegaskan bahwa fitur hemat bahan bakar otomatis ini semakin menjadi standar baru dalam industri sepeda motor, bukan hanya di kelas atas, tapi juga di segmen menengah ke bawah.

ISS di Mobil Listrik dan Hybrid: Bukan Hanya untuk Motor

Selain pada sepeda motor, teknologi ‘start-stop’ atau ISS ini juga sudah umum diterapkan pada mobil modern, terutama mobil listrik dan mobil hybrid. Konsepnya sama: mematikan mesin saat tidak dibutuhkan (misalnya saat berhenti di lampu merah) untuk menghemat energi dan mengurangi emisi.

Pada mobil hybrid, sistem ini bisa lebih kompleks karena melibatkan transisi antara mesin bensin dan motor listrik. Bahkan, di mobil listrik murni, meskipun tidak ada mesin bensin yang dimatikan, ada sistem manajemen daya yang sangat canggih untuk mengoptimalkan penggunaan baterai saat kendaraan berhenti atau melaju dengan kecepatan rendah. Ini semua menunjukkan bahwa filosofi di balik ISS—efisiensi energi dan pengurangan emisi saat berhenti—adalah tren global dalam industri otomotif. Kehadiran fitur ISS secara tidak langsung juga meningkatkan nilai jual kendaraan karena dinilai lebih modern dan ramah lingkungan.

Baca Juga :   Tips Motor Vario 160 Pakai Oli Apa, Berapa Kali Ganti Oli dan Biaya Servis Setahun

5. Tips agar Idling Stop System Bekerja Optimal: Maksimalkan Manfaatnya!

Meskipun Idling Stop System itu canggih dan otomatis, ada beberapa hal yang bisa Bro & Sis lakukan untuk memastikan fitur ini bekerja dengan optimal dan memberikan manfaat maksimal. Ibaratnya, secanggih apa pun teknologi, kalau penggunanya tidak tahu triknya, ya sama saja bohong, kan? Berikut adalah beberapa tipsnya:

Mengenal Idling Stop System: Hemat BBM dan Ramah Lingkungan!

  • Pastikan Saklar ISS/SSS dalam Posisi Aktif: Ini yang paling dasar dan seringkali terlupakan, Bro & Sis. Fitur ISS/SSS biasanya memiliki saklar ON/OFF di kemudi motor (umumnya di sebelah kanan setang). Pastikan saklar ini dalam posisi ‘ON’ atau ‘Aktif’ agar sistem bisa bekerja. Kalau lagi ‘OFF’, ya jangan harap mesin bisa mati otomatis saat berhenti, ya! Cek juga indikator di panel speedometer, biasanya ada lampu khusus yang menunjukkan status ISS ini. Kalau lampunya nyala hijau, berarti sistem sudah siap bekerja.
  • Gunakan Starter Elektrik untuk Menyalakan Mesin: Untuk menjaga agar ISS bekerja optimal, biasakan untuk selalu menggunakan starter elektrik saat pertama kali menyalakan motor. Ini membantu sistem kalibrasi dan memastikan semua komponen elektronik dalam kondisi siap beroperasi. Kalau terlalu sering pakai kick starter (starter engkol), kadang-kadang bisa sedikit mengganggu ‘mood’ sistem ISS-nya, lho.
  • Pastikan Tuas Gas Dilepas Sepenuhnya: Ini krusial, Bro & Sis! ISS didesain untuk mematikan mesin hanya jika tuas gas dilepas sepenuhnya. Jadi, pastikan Bro & Sis tidak ‘menggantung’ atau memutar gas sedikit saat berhenti. Kalau ada sedikit saja bukaan gas, sistem akan menganggap Bro & Sis masih ingin menjaga mesin tetap hidup, dan ISS tidak akan aktif.
  • Perhatikan Kondisi Motor dan Waktu Berhenti: Umumnya, ECM (Engine Control Module) akan mengaktifkan ISS saat motor mencapai kecepatan minimal tertentu (misalnya, lebih dari 10 km/jam) sebelum akhirnya berhenti total. Ini untuk memastikan motor memang sedang dalam perjalanan, bukan baru dinyalakan. Selain itu, ada juga durasi minimal berhenti yang harus dipenuhi, biasanya sekitar 3 detik. Jadi, kalau cuma berhenti sesaat banget, ISS mungkin belum sempat mematikan mesin. Jangan khawatir, itu normal. Ini justru menunjukkan bahwa sistem cerdas ini tahu kapan waktunya bekerja dan kapan tidak.
  • Perhatikan Kondisi Aki: ISS sangat bergantung pada kondisi aki yang sehat. Proses mati dan menyala otomatis yang berulang-ulang membutuhkan pasokan listrik yang stabil. Jika aki motor Bro & Sis sudah mulai lemah, ISS mungkin tidak akan berfungsi dengan baik atau bahkan tidak aktif sama sekali. Indikator aki biasanya akan muncul di panel instrumen jika ada masalah. Pastikan untuk rutin mengecek dan merawat aki motor agar tetap prima.
  • Jaga Suhu Mesin Tetap Optimal: Seperti yang sudah kita bahas, sensor ECT memastikan mesin memiliki suhu kerja yang ideal. Jika mesin terlalu dingin (misalnya, baru dinyalakan) atau justru terlalu panas (karena macet parah atau ada masalah pendinginan), ISS mungkin tidak akan aktif. Ini adalah mekanisme perlindungan untuk menjaga performa dan umur mesin. Jadi, pastikan sistem pendingin motor Bro & Sis selalu dalam kondisi baik.
  • Hindari Modifikasi Sistem Kelistrikan yang Tidak Sesuai: Modifikasi kelistrikan yang tidak tepat bisa mengganggu kinerja sensor dan ECM, sehingga ISS jadi ngambek. Jika Bro & Sis memang suka modifikasi, pastikan untuk menggunakan komponen yang kompatibel atau konsultasi dengan bengkel resmi agar tidak merusak sistem bawaan motor.

Kesimpulan: Idling Stop System, Inovasi untuk Masa Depan Berkendara

Idling Stop System (ISS), atau Stop & Start System (SSS) dari Yamaha, adalah bukti nyata bagaimana teknologi terus berevolusi untuk membuat pengalaman berkendara kita lebih baik. Dari penghematan bahan bakar yang bikin dompet lega, hingga kontribusi nyata dalam mengurangi emisi gas buang demi udara yang lebih bersih, fitur ini memberikan nilai tambah yang luar biasa.

Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang pengertian, fungsi, dan cara kerjanya, kita bisa memaksimalkan manfaat dari ISS. Ingat, Bro & Sis, perawatan rutin dan pemahaman yang baik tentang teknologi di motor kita adalah kunci untuk menjaga performa optimal dan memperpanjang umur kendaraan. Jadi, jangan ragu untuk terus belajar dan mengoptimalkan fitur-fitur canggih yang ada pada motor kesayanganmu!

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Bro & Sis semua, ya. Tetap semangat berkendara dengan aman dan nyaman!

Temukan Aksesoris Motor Terbaik di Aufaproject.com

Demikian artikel tentang Mengenal Idling Stop System, kami juga menyediakan berbagai aksesoris motor yang cocok untuk motor matic Anda! Di Aufaproject.com, Anda bisa menemukan beragam pilihan aksesoris motor yang selalu up to date dengan model terbaru. Kami menawarkan produk berkualitas yang akan membuat tampilan motor Anda semakin keren.

Bermanfaatkah Artikel Ini?

Klik bintang 5 untuk rating!

Yuk Rate 5 Artikel Ini!

Rata-rata rating 0 / 5. Jumlah rate 0

admin

Media Online Otomotif dan modifikasi motor

Bagikan:

Tinggalkan komentar