Kupas Desain Honda Vario 125 Street: 7 Kelebihan dan Kekurangan
Aufaproject46.com – Hay Bro & Sist, Honda Vario 125 Street. Ya, kita mulai dari sini. Dari namanya saja, sudah kebayang arah ceritanya mau ke mana. Dan di paragraf pembuka ini, aku sengaja langsung menyebut Honda Vario 125 Street, karena motor ini memang sedang ramai dibicarakan. Bukan cuma karena namanya yang nempel kata “Street”, tapi karena pendekatan desainnya terasa beda dibanding Vario 125 yang biasa kita lihat wara-wiri di jalan.
Aku masih ingat betul, Honda Vario 125 itu ibarat “nasi goreng spesial” di dunia skutik Indonesia. Hampir semua orang pernah lihat, pernah naik, atau minimal pernah duduk di joknya sambil nunggu temen beli kopi. Populer, familiar, dan aman. Tapi lewat versi Street ini, Honda seolah bilang, “Bro & sis, Vario bisa tampil lebih berani, lho.”

Di artikel ini, aku bakal ngajak bro & sis ngobrol santai tapi serius soal desain Honda Vario 125 Street. Kita bahas apa saja yang berubah, apa yang tetap, mana yang jadi nilai plus, dan di bagian mana justru bikin kita garuk-garuk kepala. Semua dibedah dari sudut pandang orang yang benar-benar memperhatikan detail, tapi tetap pakai gaya ngobrol warung kopi. Santai, reflektif, kadang nyeleneh dikit, tapi tetap sopan.
Honda Vario 125 dan Statusnya di Indonesia
Sebelum terlalu jauh ngomongin Street, kita sepakat dulu satu hal: Honda Vario 125 masih jadi salah satu skutik paling populer di Indonesia. Ini bukan klaim asal-asalan. Dari parkiran kantor, kos-kosan, sampai depan minimarket, Vario 125 selalu ada. Dan itu bukan kebetulan.
Di versi terbarunya, Honda menghadirkan Vario 125 dalam tiga varian: CBS, CBS-ISS, dan Street. Secara garis besar, ketiganya memang mengusung bahasa desain yang sama. Siluet bodi, garis tajam, dan aura futuristik khas Vario masih dipertahankan.
Tapi… ya itu tadi. Varian Street datang bukan untuk sekadar “ikut-ikutan”. Dia hadir sebagai pembeda. Dari karakter, dari rasa berkendara, sampai dari cara motor ini “berkomunikasi” dengan pengendaranya.
Dan jangan lupa, Street ini juga jadi tipe paling mahal, dengan banderol Rp 26,499 juta. Harga yang otomatis bikin ekspektasi ikut naik. Wajar dong, bro & sis.
Kesan Pertama: Lampu Depan yang Bikin Flashback
Kalau kita bicara desain, hal pertama yang pasti kena mata adalah lampu depan. Di Honda Vario 125 Street, ini jadi salah satu titik penyegaran paling kentara.
Jujur saja, saat pertama lihat, aku langsung ngerasa seperti ditarik ke masa lalu. Ada nuansa “flashback” ke era Vario LED lawas sekitar tahun 2015. Bentuknya terasa familiar, tapi bukan berarti ketinggalan zaman.

Source img: kompas.com
Honda sendiri menegaskan bahwa ini bukan nostalgia semata. Secara fungsi, pancaran cahaya diklaim lebih lebar dan lebih luas. Artinya, visibilitas malam hari meningkat. Buat bro & sis yang sering pulang malam atau berangkat subuh, ini jelas bukan detail sepele.
Lampu ini seolah bilang, “Aku ingat masa lalu, tapi aku hidup di masa sekarang.” Agak filosofis, ya. Tapi memang begitu kesannya.
Lampu Belakang yang Lebih Ringkas dan Modern
Geser ke belakang, lampu belakang Honda Vario 125 Street juga ikut berubah. Ukurannya kini lebih kecil dan ringkas. Anehnya, desain ini justru mengingatkanku pada Vario 160.
Bukan hal buruk, justru sebaliknya. Vario 160 dikenal dengan desain yang lebih agresif dan modern. Jadi ketika Vario 125 mengadopsi nuansa serupa, kesan “naik kelas” itu langsung terasa.

Dibanding generasi sebelumnya, Vario 125 terbaru memang tampak lebih modern. Garis bodinya tetap tajam, tapi detail-detail kecilnya bikin tampilan keseluruhan terasa lebih relevan dengan tren saat ini. Tidak berlebihan, tidak juga terlalu aman.
Garis Bodi Tajam, Tapi Lebih Dewasa
Kalau kita tarik garis besar, desain bodi Honda Vario 125 Street masih setia dengan DNA Vario. Garis tajam, sudut tegas, dan kesan futuristik tetap jadi identitas utama.
Namun, ada satu hal yang kurasakan berbeda: tampilannya kini terasa lebih dewasa. Bukan berarti tua, ya. Tapi lebih matang. Seperti anak muda yang dulu pakai jaket warna-warni, sekarang ganti jaket hitam tapi potongannya pas dan kelihatan mahal.

Detail bodi dibuat lebih rapi. Tidak terlalu ramai, tapi juga tidak polos. Ada keseimbangan yang cukup menarik di sini.
Setang Telanjang: Identitas Utama Vario 125 Street
Nah, sekarang kita masuk ke bagian paling “Street” dari motor ini: setang telanjang.
Ini adalah identitas utama yang membedakan Vario 125 Street dari varian CBS dan CBS-ISS. Begitu lihat setangnya, kita langsung tahu, “Oh, ini yang Street.”
Tapi setang ini bukan cuma soal gaya. Di sinilah Honda bermain di ranah ergonomi.
Posisi duduk jadi terasa lebih santai karena setang dibuat:
Lebih tinggi sekitar 41 mm
Lebih mundur 64 mm
Lebih lebar hingga 70 mm
Apa artinya? Artinya, posisi berkendara jadi lebih rileks. Bahu nggak cepat pegal, tangan nggak terlalu menunduk, dan badan terasa lebih tegak. Buat harian, ini nilai plus yang nyata.
Konsekuensi Ergonomi: Bobot Sedikit Bertambah
Tentu saja, tidak ada perubahan tanpa konsekuensi. Dengan setang baru dan beberapa penyesuaian, bobot motor ikut naik.
Honda Vario 125 Street kini punya bobot 112 kg, naik sekitar 1 kg dibanding varian lain. Apakah ini signifikan? Di atas kertas, mungkin tidak terlalu. Tapi buat sebagian orang yang sensitif soal bobot, ini tetap patut dicatat.
Meski begitu, tambahan bobot ini terasa sebanding dengan kenyamanan yang didapat. Setidaknya, itu yang kurasakan dari sudut pandang desain dan ergonomi.

Panel Instrumen: Sama Tapi Terlihat Beda
Masuk ke area panel instrumen. Secara layar LCD, tampilannya masih sama dengan Vario 125 sebelumnya. Informasi yang ditampilkan pun tidak berubah drastis.
Namun, Honda menambahkan cover baru yang ukurannya lebih besar. Efek visualnya cukup signifikan. Panel spidometer terlihat lebih berotot dan selaras dengan karakter Street yang lebih maskulin.
Ini contoh perubahan kecil yang dampaknya terasa. Walau isi tetap sama, kemasan baru bikin kesannya naik level. Kadang, memang tidak perlu mengubah segalanya untuk menciptakan rasa baru.
Detail Kecil yang Membentuk Karakter
Desain itu bukan cuma soal bentuk besar. Detail kecil justru sering jadi penentu karakter.
Di Honda Vario 125 Street, jalu setang kini menggunakan model plastik, meski bagian dalamnya tetap berbahan logam. Secara fungsi, tetap oke. Secara tampilan, terlihat lebih modern.
Handle rem dicat hitam dan dibuat lebih panjang. Selain memberi kesan sporty, ini juga terasa lebih fungsional saat digunakan. Detail sederhana, tapi tidak asal-asalan.
Pilihan Warna Honda Vario 125 Street yang Berani
Kalau bicara soal Street, rasanya tidak lengkap tanpa bicara warna. Dan di sinilah Honda benar-benar “gaspol”.
Ada tiga pilihan warna, semuanya punya karakter kuat:

Street Black Coral
Kombinasi pelek merah dan oranye yang mencolok. Ini tipe warna yang bikin motor langsung kelihatan meski parkir di antara puluhan skutik lain.
Street Black White
Mengandalkan pelek putih yang kontras dengan bodi gelap. Lebih kalem dibanding Black Coral, tapi tetap punya aura beda.
Street Black Purple
Ini yang paling nyentrik. Pelek ungu di kelas skutik 125 cc itu jarang banget. Cocok buat bro & sis yang suka tampil anti-mainstream.
Pilihan warna ini jelas menyasar konsumen muda, atau siapa pun yang ingin tampil beda tanpa harus modif berlebihan.
Finishing Doff: Keren, Tapi Ada PR
Namun, ada satu catatan penting yang tidak bisa diabaikan: finishing bodi doff.
Secara visual, warna doff memang terlihat keren dan modern. Tapi soal perawatan, ini butuh perhatian ekstra. Kalau jarang dibersihkan, bodi doff lebih mudah terlihat kusam dibanding cat glossy.
Buat bro & sis yang tipe “motor dipakai, bukan dirawat”, bagian ini mungkin jadi minus. Tapi buat yang telaten, ini bukan masalah besar. Tinggal disesuaikan dengan gaya hidup masing-masing.
Bukan Sekadar Varian Kosmetik
Setelah melihat semua perubahan ini, satu hal jadi jelas: Honda Vario 125 Street bukan sekadar varian kosmetik.
Perubahan desain, setang, ergonomi, hingga detail visual membuatnya punya identitas sendiri. Dia tidak cuma “Vario yang diganti warna”, tapi Vario dengan pendekatan karakter yang berbeda.
Motor ini cocok buat pengguna yang:
Ingin skutik harian
Mengutamakan kenyamanan berkendara
Punya selera desain yang lebih berani
Dan ingin tampil beda di jalanan tanpa ribet
Kesimpulan: Plus dan Minus Honda Vario 125 Street
Sebagai penutup, mari kita rangkum dengan jujur dan santai.
Plus:
Desain lampu depan lebih modern dan fungsional
Pilihan warna berani dan segar
Perubahan setang bikin ergonomi lebih santai
Detail visual memperkuat karakter Street
Minus:
Panel instrumen secara fungsi tidak berubah
Finishing bodi doff butuh perawatan ekstra
Perubahan desain belum bisa dibilang revolusioner
Pada akhirnya, Honda Vario 125 Street adalah pilihan yang masuk akal buat bro & sis yang ingin Vario dengan rasa berbeda. Tidak ekstrem, tidak juga biasa. Pas di tengah, tapi punya karakter.
Dan mungkin itu memang tujuan Honda sejak awal. Membuat motor yang tetap familiar, tapi cukup berbeda untuk bikin kita berhenti sejenak, melihat, lalu bilang, “Oh… ini Vario, tapi beda.”
Temukan Aksesoris Motor Terbaik di Aufaproject.com
Demikian artikel tentang Kupas Desain Honda Vario 125 Street, kami juga menyediakan berbagai aksesoris motor yang cocok untuk motor matic Anda! Di Aufaproject.com, Anda bisa menemukan beragam pilihan aksesoris motor yang selalu up to date dengan model terbaru. Kami menawarkan produk berkualitas yang akan membuat tampilan motor Anda semakin keren.








Tinggalkan komentar