Bongkar Komponen CVT Motor Matic, Ini 8 Bagian Penting
Aufaproject46.com – Hay Bro & Sist, pernah nggak sih penasaran apa sih yang bikin motor matic kita bisa melaju mulus tanpa perlu gigi-gigi manual kayak motor bebek? Nah, jawabannya ada di sistem yang namanya Continuously Variable Transmission atau yang biasa kita kenal sebagai CVT. Sistem ini emang jadi jantungnya motor matic, dan hari ini kita bakal ngulik lebih dalam tentang komponen-komponennya. Siap-siap ya, karena ini bakal seru kayak ngobrol santai di warung kopi!
Apa Itu CVT dan Kenapa Penting?
Sebelum kita masuk ke komponen-komponennya, ada baiknya kita ngerti dulu apa sih CVT itu. Singkatnya, CVT adalah sistem transmisi yang nggak pake gigi-gigi kayak transmisi manual. Alih-alih gigi, CVT pake dua pulley (primary dan secondary) yang dihubungkan sama v-belt. Sistem ini bikin perpindahan tenaga dari mesin ke roda belakang jadi lebih halus dan efisien.
Nah, Bro & Sist, CVT ini emang keren banget, tapi di balik itu semua, ada banyak komponen yang bekerja sama biar sistem ini bisa berfungsi dengan baik. Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Transmission Case: Rumahnya Para Komponen CVT
Pertama, kita punya transmission case atau yang sering disebut rumah CVT. Ini adalah bagian yang paling gampang dilihat karena bentuknya kayak kotak besar yang nutup semua komponen CVT. Fungsinya? Selain sebagai tempat semua komponen CVT berkumpul, transmission case juga melindungi mereka dari kotoran dan debu.
Oh ya, Bro & Sist, di bagian luarnya, transmission case juga jadi tempat dipasangnya shockbreaker. Jadi, selain melindungi, dia juga punya peran penting dalam kenyamanan berkendara.
2. Primary Shaft: Penghubung Mesin dan Primary Pulley
Di dalam transmission case, kita bakal nemuin primary shaft. Ini adalah poros yang nerusin putaran dari crankshaft mesin ke primary pulley. Jadi, rpm mesin sama persis kayak rpm primary pulley. Keren, kan?
3. Primary Fixed Sheave dan Primary Sliding Sheave: Dua Sisi Primary Pulley
Nah, primary pulley sendiri terdiri dari dua bagian: primary fixed sheave dan primary sliding sheave.
- Primary Fixed Sheave: Ini adalah bagian yang terhubung tetap ke primary shaft. Fungsinya nggak cuma nahan v-belt, tapi juga jadi pendingin buat ruang transmission case karena ada kipasnya.
- Primary Sliding Sheave: Berbeda dengan fixed sheave, bagian ini bisa bergeser ke kanan atau kiri buat ngatur rasio CVT. Plus, dia juga jadi rumah buat roller.
4. Roller dan Plate Ramp: Si Pengatur Rasio
Roller atau yang sering disebut weight primary sheave ini punya peran penting banget. Dia ngehasilin gaya sentrifugal yang bikin primary sliding sheave bergeser. Makin berat roller, makin cepat dia mendorong sliding sheave.
Nah, di primary sliding sheave, ada juga plate ramp yang fungsinya buat nahan dinding bagian dalamnya. Ditambah lagi, ada slide piece yang berfungsi buat meredam getaran dari gerakan roller.
5. V-Belt: Si Penghubung Utama
Bro & Sist, ini nih komponen yang paling sering kita denger: v-belt. Bentuknya kayak sabuk yang menghubungkan primary pulley dan secondary pulley. Tanpa v-belt, putaran mesin nggak bakal bisa nyampe ke roda belakang.
Tapi, jangan lupa, v-belt ini punya masa pakai. Biasanya, setelah 25.000–30.000 km, v-belt perlu diganti. Untungnya, motor matic sekarang udah punya indikator di panel buat ngasih tau kapan waktunya ganti v-belt.
6. Secondary Pulley dan Komponen Pendukungnya
Sama kayak primary pulley, secondary pulley juga punya dua bagian: secondary fixed sheave dan secondary sliding sheave.
- Secondary Fixed Sheave: Terhubung tetap ke secondary shaft dan berfungsi buat nahan v-belt.
- Secondary Sliding Sheave: Bagian ini bisa bergerak buat ngatur besar kecilnya rasio v-belt.
Selain itu, ada juga secondary sheave spring yang fungsinya buat ngembaliin secondary pulley ke posisi awal.
7. Clutch Carrier dan Clutch Housing: Si Penyalur Tenaga
Bro & Sist, tenaga dari mesin akhirnya nyampe ke roda belakang berkat clutch carrier dan clutch housing. Clutch carrier ini yang nerima putaran dari mesin, lalu diterusin ke clutch housing yang akhirnya memutar roda belakang.
8. Torque Cam dan Reduction Gear: Si Penjaga Performa
Terakhir, ada torque cam yang bentuknya kayak tonjolan kecil di secondary sliding sheave. Fungsinya buat nahan secondary sliding sheave biar nggak langsung nutup saat motor lagi nanjak.
Lalu, ada reduction gear yang fungsinya mengurangi kecepatan putaran dari CVT biar tenaga yang dikirim ke roda belakang bisa lebih besar.
Kesimpulan: Rawat CVT-mu, Bro & Sist!
Jadi, Bro & Sist, CVT motor matic itu terdiri dari banyak komponen yang saling bekerja sama. Mulai dari primary pulley, v-belt, sampai clutch housing, semuanya punya peran penting.
Nah, biar CVT tetap awet, jangan lupa buat servis berkala ya. Biasanya, servis CVT dianjurin setiap 8.000–12.000 km. Selain itu, pastiin juga komponen-komponen kayak v-belt diganti sesuai masa pakainya.
FAQ Seputar CVT Motor Matic
- Apa Fungsi V-Belt?
V-belt berfungsi buat nyalurin putaran dari primary pulley ke secondary pulley. - Apakah CVT Boros Bensin?
Iya, motor matic biasanya lebih boros bensin karena mesin sering mencapai rpm tinggi. - CVT Singkatan Apa?
CVT adalah singkatan dari Continuously Variable Transmission. - Berapa Biaya Servis CVT Motor Matic?
Biaya servis CVT biasanya sekitar Rp75 ribu–Rp80 ribu, belum termasuk biaya penggantian komponen.
Nah, Bro & Sist, itu dia ulasan lengkap tentang komponen CVT motor matic. Semoga setelah baca ini, kamu jadi lebih ngerti dan sayang sama motor matic kesayanganmu. Jangan lupa rawat CVT-nya biar tetap lancar di jalan!
Temukan Aksesoris Motor Terbaik di Aufaproject.com
Demikian artikel tentang Bongkar Komponen CVT Motor Matic, Ini 8 Bagian Penting, kami juga menyediakan berbagai aksesoris motor yang cocok untuk motor matic Anda! Di Aufaproject.com, Anda bisa menemukan beragam pilihan aksesoris motor yang selalu up to date dengan model terbaru. Kami menawarkan produk berkualitas yang akan membuat tampilan motor Anda semakin keren.
Tinggalkan komentar