7 Fakta Sistem Rem CBS: Kelebihan, Kekurangan
Aufaproject46.com – Hay Bro & Sist, pernah ngerem malah nyelonong? Bisa jadi karena belum kenalan akrab sama yang namanya Rem CBS! Nah, di artikel kali ini, aku bakal ngobrol santai tapi serius soal satu fitur andalan dari motor Honda: Combi Brake System alias CBS. Kita bakal bahas tuntas mulai dari cara kerjanya, kenapa fitur ini bisa jadi penyelamat… atau malah bikin sport jantung waktu lagi meluncur di turunan panjang.
Sebagai pengendara motor sejati (dan penikmat jalanan naik turun ala roller coaster), aku tahu banget gimana pentingnya sistem pengereman yang mumpuni. Tapi ternyata, nggak semua teknologi yang katanya “aman” itu cocok di segala situasi, Bro & Sist.
Jadi yuk, kita gali sama-sama kelebihan dan kekurangan rem CBS ini secara mendalam, lengkap, dan pastinya pakai bahasa yang santai tapi nendang!
Apa Itu Rem CBS? Kenalan Dulu, Bro & Sist!
Sebelum kita ngoceh panjang lebar soal kelebihan dan kekurangan rem CBS, penting banget buat tahu dulu: apa sih rem CBS itu sebenernya?
Rem CBS atau Combi Brake System adalah sistem pengereman yang menggabungkan rem depan dan rem belakang dalam satu tarikan tuas. Jadi, ketika kamu tarik tuas rem belakang, secara otomatis rem depan juga ikut bekerja.
Teknologi ini banyak digunakan oleh Honda, terutama di motor-motor entry-level mereka. Tujuannya? Biar pengereman jadi lebih seimbang, stabil, dan tentunya lebih user-friendly buat para pemula yang masih belajar naik motor.
Tapi, apakah semua itu semulus jalan tol hari Minggu? Yuk kita kulik…
Kelebihan Sistem Rem CBS: Teman Setia Buat Pengendara Pemula
1. Efisiensi Pengereman Naik Drastis
Gimana nggak, Bro & Sist. Sekali tarik tuas, dua roda langsung mengerem bareng. Nggak perlu mikir: “Rem depan dulu apa belakang ya?” Semuanya dikerjakan oleh sistem CBS secara otomatis.
Efeknya? Motor jadi bisa berhenti lebih cepat, dengan jarak yang lebih pendek. Apalagi di situasi darurat—di mana refleks kita kadang lebih lambat dari motor bebek lari 80 km/jam—fitur ini bisa jadi penyelamat nyawa.
Nggak cuma itu, beban pengereman terbagi rata ke depan dan belakang, yang bikin komponen rem lebih awet. Jadi buat Bro & Sist yang doyan irit, sistem ini jelas cuan friendly.
2. Pengereman Lebih Stabil dan Aman
Yang paling terasa dari CBS ini adalah stabilitas saat ngerem. Apalagi pas harus berhenti mendadak di jalan basah atau licin. Kombinasi rem depan dan belakang yang bekerja bersamaan bikin motor nggak gampang selip atau oleng.

Kalau cuma salah satu roda aja yang ngerem? Wah, itu baru rawan nyium aspal!
Dengan CBS, pengendara—terutama yang baru belajar—nggak harus ngatur rem depan dan belakang secara terpisah. Tinggal tarik, dan sistem akan atur secara otomatis. Gampang dan aman!
3. Surga Buat Pengendara Pemula
Bro & Sist yang baru belajar naik motor pasti relate sama tantangan ini: “Rem depan atau belakang dulu, ya?”
Salah pencet dikit, motor bisa nyelonong atau malah ngepot nggak karuan. Nah, CBS ngasih solusi praktis: tinggal tarik satu tuas, rem depan-belakang bekerja sama seperti duet maut.
Pengalaman berkendara jadi lebih tenang, Bro & Sist bisa fokus sama jalan dan lalu lintas, bukan mikirin koordinasi rem. Ini penting banget buat yang masih adaptasi sama motor, terutama skuter matik.
4. Kenyamanan yang Bikin Ketagihan
Selain bikin aman, CBS juga nawarin kenyamanan ekstra saat berkendara. Karena distribusi pengereman lebih seimbang, hentakan waktu ngerem jadi lebih halus dan terkontrol.

Bayangin lagi bawa motor di tengah macet Jakarta, atau lagi cruising santai di kampung halaman, dan harus sering-sering ngerem. Dengan CBS, setiap pengereman terasa lebih ringan, nggak bikin badan kaget atau motor goyang.
5. Mengurangi Risiko Kecelakaan Saat Pengereman Mendadak
Seringkali, kecelakaan motor terjadi karena rem depan doang yang dipakai. Hasilnya? Motor ngelock, roda depan kehilangan traksi, dan… boom, Bro & Sist bisa tergelincir ke aspal.
CBS hadir buat ngurangin kemungkinan itu. Karena sistemnya memastikan pengereman terjadi di dua roda secara bersamaan, stabilitas jadi lebih terjaga, terutama di momen-momen darurat.
Ini yang bikin CBS jadi favorit di kalangan pengendara motor pemula dan harian.
Kekurangan Rem CBS: Jangan Cuma Lihat Enaknya Aja, Bro & Sist!
Sekarang kita masuk ke bagian yang agak “ngehantam realita”. Karena, meskipun kelihatan sempurna, rem CBS juga punya sisi gelap. Khususnya kalau kamu sering lewat daerah pegunungan yang turunan dan tikungannya aduhai curamnya.
1. Bahaya di Jalan Turunan Panjang
Ini salah satu keluhan paling sering terdengar dari pengguna motor CBS: rem bisa blong di turunan panjang! Kok bisa?
Ceritanya begini… ketika kamu turun gunung dan harus sering ngerem pakai tuas belakang (yang otomatis juga aktifkan rem depan), suhu kaliper bisa meningkat tajam.
Kaliper panas → minyak rem mendidih → muncul gelembung udara → piston nggak dorong kampas → rem blong.
Dan yang paling ngeri: semua itu bisa terjadi saat motor kamu meluncur 60-70 km/jam di turunan berkelok. Gimana nggak bikin deg-degan?
2. Minim Kontrol untuk Pengendara Pro
Buat Bro & Sist yang udah pengalaman dan biasa main motor manual atau motor sport, sistem CBS justru bisa terasa “kurang greget”.
Karena semuanya diatur otomatis, jadi kamu nggak bisa milih mau pakai rem depan doang atau belakang doang di situasi tertentu. Buat yang suka cornering tajam atau engine braking, CBS bisa jadi terasa terlalu “membatasi”.
3. Perawatan Lebih Rumit
Meskipun jarang rusak, sistem CBS punya jalur rem tambahan dan penghubung mekanis yang lebih kompleks dibanding sistem biasa. Kalau sampai ada masalah, cost perbaikannya bisa lebih mahal.
Plus, montir juga harus lebih teliti pas servis. Kalau salah setel, performa CBS bisa jadi berantakan.
Tips Aman Pakai Rem CBS, Terutama di Medan Ekstrem

Supaya Bro & Sist bisa menikmati keunggulan CBS tanpa masuk jurang (secara harfiah), ini beberapa tips yang bisa aku bagikan:
Gunakan rem depan secara manual di turunan panjang. Jangan cuma andalkan tuas CBS. Kalau bisa, mainkan juga engine brake atau gigi rendah.
Jaga kecepatan konstan. Jangan asal ngegas di turunan, apalagi kalau bawa beban berat.
Pastikan sistem rem dalam kondisi prima. Cek minyak rem, kampas, dan kaliper secara berkala.
Latihan teknik pengereman yang benar. Meskipun CBS bantu otomatis, nggak ada salahnya belajar teknik manual buat jaga-jaga.
Kesimpulan: CBS Itu Kayak Sahabat—Bisa Bikin Nyaman Tapi Juga Harus Dimengerti
Bro & Sist, sistem rem CBS dari Honda memang keren, apalagi buat pengendara pemula atau yang doyan naik motor buat ke kampus, ngantor, atau sekadar hunting kopi sore.
Tapi jangan lupa: di balik kenyamanan dan kepraktisannya, CBS juga punya batas. Terutama kalau kamu sering lewat medan ekstrem atau suka turing ke tempat tinggi nan curam.
Jadi, pelajari karakter motormu. Gunakan CBS dengan bijak. Dan yang paling penting: tetap utamakan keselamatan.
Kalau sistem CBS bisa jadi teman, pastikan kita jadi pengendara yang ngerti cara ngejaga pertemanan itu, ya!
Temukan Aksesoris Motor Terbaik di Aufaproject.com
Demikian artikel tentang 7 Fakta Sistem Rem CBS: Kelebihan, Kekurangan, kami juga menyediakan berbagai aksesoris motor yang cocok untuk motor matic Anda! Di Aufaproject.com, Anda bisa menemukan beragam pilihan aksesoris motor yang selalu up to date dengan model terbaru. Kami menawarkan produk berkualitas yang akan membuat tampilan motor Anda semakin keren.
Bro & Sist ada pengalaman unik soal rem CBS? Pernah ngerem malah nyungsep? Cerita dong di kolom komentar biar kita bisa saling belajar dan ketawa bareng!
Kalau artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke teman yang baru belajar motor ya! Siapa tahu bisa jadi penyelamat di jalanan.








Tinggalkan komentar